Google+ Followers

Senin, 01 Juli 2013

Turbo Charger



   Pengertian Turbocharger

Turbocharger merupakan sebuah peralatan, untuk menambah jumlah udara yang masuk kedalam slinder dengan memanfaatkan energi gas buang. Turbocharger merupakan perlatan untuk mengubah sistem pemasukan secara alami dengan sistem paksa. Kalau sebelumnya pemasukan udara mengandalkan kevakuman yang dibentuk karena gesekan piston pada langkah isap, maka dengan turbocharger udara ditekan masuk kedalam silinder menggunakan kompresor yang diputar oleh turbin gas buang (Sukoco dan Arifin, 2008).

Untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna, maka diperlukan tambahan udara yang dialirkan kedalam ruang selinder mesin pada sejumlah aliran bahan bakar tertentu. Bila kepekatan udara bertambah sebelum ditambahkan kedalam silinder , seluruh bahan bakar terbakar dan daya mesin bertambah. Untuk itu mesin diesel yang dilengkapi dengan turbocharger bertujuan untuk memadatkan udara masuk kedalam silinder mesin. Sehingga daya mesin lebih besar dibanding mesin dengan dimensi yang sama (Karyanto, 2000).

Turbocharger adalah sebuah kompresor yang digunakan dalam motor pembakaran dalam untuk meningkatkan keluaran tenaga mesin dengan meningkatkan massa oksigen yang memasuki motor. Kunci keuntungan dari turbocharger adalah sebuah peningkatan tenaga mesin hanya dengan sedikit menambah berat (http://id.wikipedia.org/wiki/Turbocharger)

2.2    Prinsip Kerja Turbocharger

Karyanto (2000), mengatakan bahwa prinsip kerja turbocharger adalah proses pembuangan gas buang didalam silinder motor dilakukan oleh piston yang mendorong gas buang hasil pembakaran sehingga gas buang didalam ruang bakar terdorong keluar melalui katup buang menuju saluran buang exhaust manifold. Gas buang menekan kesuatu roda turbin sehingga menghasilkan putaran. Blower yang dipasang  seporos dengan roda turbin menghasilkan putaran akibat terdorong oleh gas sisa hasil pembakaran yang keluar melalui cerobong mesin, sehingga menghasilkan tekanan udara, hembusan udara yang mengakibatkan terjadinya pemadatan udara masuk dengan tekanan diatas satu atmosfer kedalam silinder.

           Selanjutnya udara yang bertekanan disalurkan ke suction manifold, kemudian masuk kedalam silinder melalui katup masuk.

Keterangan  :
  1. Exhaust manifold (saluran pembuangan)
  2. Suction manifold (saluran pemasukan)
  3. Piston
  4. Saluran masuk udara baru
  5. Roda blower
6.      Roda turbin
7.      Saluran keluar gas bekas

Prinsip kerja turbocharger, mengkompresi udara ke mesin untuk meningkatkan jumlah molekul oksigen yang masuk ke silinder. Tingginya molekul oksigen yang masuk mendorong tambahan pasokan bahan bakar. Dengan demikian, lebih banyak bahan bakar yang dibakar, hingga daya yang diproduksi meningkat.

2.3    Konstruksi Turbocharger

Menurut Karyanto (2000), Menyatakan bahwa unit bagian dari  turbocharger terdiri dari :

1.      Rumah kompresor (Blower)

Rumah kompresor terbuat dari bahan aluminium bersambungan dengan bagian pusat inti (centre core) ditopang oleh jaminan baut dan cincin pelat.

2.      Pusat inti (centre core)

Pada bagian rumah pusat inti terdapat poros turbin dan turbin serta roda kompresor (blower), bantalan , ring, cincin pelat, oil deflector.

Bagian-bagian yang berputar termasuk turbine shaft, kompresor wheel, shaft bearing, thrust washer dan oil seal ring.

Komponen-komponen ini ditunjang oleh bagian center housing. Bagian-bagian yang berputar pada turbocharger dioperasikan pada kecepatan dan temperatur yang tinggi, sehingga materialnya dibuat sangat selektif dengan kepresisian yang sangat tinggi.

3.      Rumah turbin (turbin housing)

Terbuat dari bahan cast steel dan bersambungan dengan bagian rumah pusat inti (centre core) dengan memakai cincin baja penjamin.

Diantara sambungan rumah turbin dan manifold buang dipasang gasket yang terbuat dari bahan stainless steel untuk menjamin sambungan tersebut.

Kontruksi turbocharger terdiri dari sebuah turbin gas dan sebuah kompresor, keduanya dipasang satu poros. Turbin gas berfungsi sebagai pemutar kompresor dengan memanfaatkan  energi panas gas buang. Kontruksi turbocharger seperti terlihat pada gambar barikut ini.

Gas buang dari exhaust manifold disalurkan menuju rumah sudu turbin gas hingga turbin berputar. Putaran turbin disalurkan kekompresor melalui poros penghubung hingga kompresor juga berputar. Putaran turbocharger bisa mencapai 100.000 rpm lebih, putaran yang begitu tinggi yang menghasilkan jumlah udara yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengisian alami (Sukoco dan Arifin, 2008).

2.4    Kelengkapan Mesin Dengan Turbocharger
2.4.1.     Intercooler

Pada turbocharger udara panas yang keluar dari blower mencapai suhu 800C, maka perlu kiranya didinginkan dengan intercooler. Sesudah proses pendinginan, maka udara yang padat ini ditekan masuk kesilinder yang mana akan menaikkan efisiensi proses pengisapan udara masuk. Bila udara didinginkan 200C, maka daya mesin dapat dinaikkan 6 sampai 7 %.(Wiranto Arismunandar, 1988)

Intercooler berfungsi untuk mendinginkan udara masuk dari blower yang panas karena melewati turbocharger. Dengan mendinginkan udara masuk dari blower kedalam silinder mesin diperoleh berat jenis udara yang lebih besar sehingga berat dan jumlah molekul udarapun bertambah.  Hal ini dapat menambah jumlah bahan bakar yang  ikut terbakar dan mengakibatkan daya mesin bertambah.

Prinsip kerja dari intercooler ini adalah udara dari blower bersinggungan dengan pipa-pipa air pendingin, sehingga panas udara akan terserap oleh aliran air pendingin. Pada umumnya udara yang keluar dari intercooler dapat diturunkan suhunya sebesar  50 C sampai 100 C. Untuk memperoleh tekanan efektif rata-rata sekitar 10 kg/cm2, maka diperlukan kenaikan udara masuk sedikit-dikitnya 0,5 kg/cm2. (Karyanto, 2000)





Sukoco dan Arifin (2008), mengatakan bahwa prinsip kerja turbocharger yaitu, pada saat motor diesel dihidupkan gas buang yang mengalir keluar melalui exhaust manifold dan turbin gas sebelum ke udara luar. Gas buang memutar turbin sekaligus melalui poros penghubung memutar kompresor. Dengan demikian kompresor menghisapudara luar lewat saringan udara dan menekannya keintake manifold. Peningkatan tekanan udara dalam intake manifold akan diikuti oleh kenaikan temperaturnya, sehingga untuk dapat menambah jumlah (volume) udara yang masuk, dilakukan penurunan temperature udara. Penurunan temperature akan diikuti  oleh turunya tekanan, sehingga kompresor dapat menambah jumlah udara yang masuk kedalam slinder. Penurunan temperature udara dilakukan dengan menggunakan pendingin yang disebut dengan intercooler.

2.4.2.  Saringan udara (air cleaner)

Saringan udara termasuk komponen yang punya peranan penting dan tidak bisa diabaikan dalam mesin diesel. Karena udara yang masuk kedalam silinder mesin harus sebersih mungkin (Karyanto, 2000).

1.  Saringan udara dengan minyak

Udara mula-mula masuk melalui saringan pendahuluan, dimana debu dan kotoran berukuran besar dipisahkan oleh gaya sentrifugal kekotak saringan. Selanjutnya, udara masuk melalui minyak yang menangkap partikel debu yang halus, kemudian masuk melalui lapisan saringan yang memisahkan minyak dari udara. Dengan demikian minyak akan menjadi kotor sehingga perlu diganti secara periodik  (Arismunandar dan Koichi Tsuda, 1997).

2.  Saringan udara dengan kertas

Saringan tersebut dipakai untuk jangka waktu yang lama, jika dibersihkan secara periodik. Pembersihan saringan kertas dilakukan dengan meniupkan udara dari bagian dalam saringan. Namun setelah suatu jangka waktu tertentu, sebaiknya kertas saringan tersebut diganti dengan yang baru. Hal itu disebabkan karena akhirnya saringan tersebut akan tersumbat juga (Arismunandar  dan Koichi Tsuda, 1997).










Menurut Maleev (1995), persyaratan  yang harus dipenuhi  oleh saringan udara dapat disebutkan sebagai berikut :

1.      Tahanan yang kecil pada lintasan udara agar tidak menurunkan efisien volumetris dari mesin.
2.      Efisiensi tinggi yaitu kapasitas menahan debu dengan disain yang menjamin  partikel dari bahan saringan tidak dapat terlepas dan terhisap kedalam mesin.
3.      Pembersihannya mudah.
4.      Kemampuan untuk beroperasi tanpa pengawasan terus menerus atau selang waktu pembersihan yang terlalu sering.
5.      Kecil dan ringkas.
6.      Biaya awal tidak terlalu mahal.
7.      Kalau perlu biaya operasi, tidak mahal. 
2.5    Sistem Pelumasan Turbocharger

Sistem pelumasan pada turbocharger pada umumnya berasal dari sistem pelumasan mesin induk, dimana setelah melumasi mesin induk minyak pelumas menuju ke turbocharger dan kemudian kembali kekarter . Minyak pelumas yang dipergunakan harus sesuai untuk bantalan dan harus diganti selama waktu tertentu seperti pada skema gambar dibawah ini.


2.6    Keuntungan dan Kerugian  Penggunaan Turbocharger
2.6.1.  Keuntungan Bila Menggunakan Turbocharger
1.      Peningkatan kekuatan untuk rasio berat

Sebuah turbocharger dapat meningkatkan daya dan torsi mesin diesel sebesar 30% -40% dari versi konvensional. (Karyanto, 2000).

2.      Mengurangi kebisingan mesin

Turbin casing bertindak sebagai kumpulan penyerapan kebisingan mesin gas buang. Demikian pula, bagian inlet kompresor mengurangi kebisingan yang dihasilkan oleh pulsa dalam intake manifold. Akibatnya, mesin turbocharger biasanya tenang dari pada konvensional lainnya (Maleev, 1995).

3.      Bahan Bakar Ekonomis

Sebuah mesin turbocharger memiliki efisiensi volumetrik yang lebih tinggi dibandingkan konvensional, dengan mencapai pembakaran yang lebih lengkap, yang menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih rendah.  (Wiranto Arismunandar, 1988).

4.      Pengurangan Asap

Mesin turbocharger menghasilkan fase pembakaran lebih efisien dan bersih, yang mengurangi produksi asap pada mesin (http//www.boddunan.com/).

5.      Membantu dalam meredam gas buang

Turbocharger dapat meredam bunyi letupan yang dihasilkan oleh gas buang yang keluar, karena pada turbocharger tersebut dilengkapi dengan alat peredam suara (silencer). (Maleev, 1995)




6.      Efisiensi mekanis motor dapat dinaikkan

Kerugian-kerugian mekanis akibat terjadinya gesekan mempunyai hubungan dengan ukuran dan jumlah putaran motor. Pembesaran kerugian gesekan karena adanya penggunaan turbocharger hanya disebabkan karena bertambahnya putaran motor saja. Oleh karena adanya motor diesel yang dilengkapi dengan turbocharger mempunyai tingkat efisiensi mekanis yang lebih besar, bila dibandingkan dengan motor diesel yang tanpa turbocharger pada daya yang sama. Hal ini karena pada motor diesel yang menggunakan turbocharger tidak perlu memperbesar konstruksi utama motornya (Maleev, 1995).

7.      Dapat bekerja ditempat yang mempunyai ketinggian.

Semakin tinggi letak suatu tempat dari permukaan  laut, maka akan semakin rendah tekanan atmosfirnya. Hal ini berarti kerapatan udara yang akan masuk kedalam silinder pembakaran motor akan berkurang dan sebagai akibatnya bahan bakar yang dapat dibakar didalam silinder akan berkurang juga, sehingga dapat menyebabkan tenaga motor berkurang dari semula. Penurunan ini akan lebih kecil pada motor yang dilayani oleh turbocharger (Wiranto Arismunandar, 1988).

8.      Harga Mesin Lebih Murah

Mesin yang menggunakan turbocharger pada umumnya lebih murah dibanding dengan pengisapan natural dengan tenaga yang sama.(Astu Pudjanarsa dan Djati Nursuhud, 2000).




9.      Sebuah turbocharger tak menyerap tenaga dari poros utama.

Dalam hal turbocharger, tak ada hubungan langsung secara mekanis sehingga karenanya tenaga blower atau kompresor tidak mengakibatkan kerugian pada daya poros utama (Yanmar Diesel Engine,1986)..

10.  Tak ada hubungan mekanis secara langsung antara turbocharger dan mesin.

Dalam hal ini turbin mengatur langsung jumlah udara yang mengatur langsung jumlah udara yang mengalir kesaluran udara masuk kedalam mesin Menurut (Yanmar Diesel Engine,1986).

2.6.2.  Kerugian Bila Menggunakan Turbocharger.

Adapun kelemahan ataupun kerugian menggunakan turbocharger,

1.      Bila turbocharger mengalami gangguan maka dapat berpengaruh terhadap daya mesin.
2.      Minyak pelumas lebih boros karena digunakan juga untuk melumasi komponen-komponen yang terdapat pada turbocharger.
3.      Menambah pekerjaan bagi operator  mesin, karena harus terus memperhatikan kerja dari turbocharger .          
4.      Motor membutuhkan kualitas minyak tinggi dan perubahan minyak lebih sering, karena mengalami kondisi kerja yang lebih keras harus melumasi bantalan dari turbin dan kompresor sering pada suhu yang sangat tinggi. (http//www.boddunan.com/)
5.      Motor dengan turbocharger memerlukan bahan yang lebih baik dan pelumasan serta sistem pendinginan yang lebih efisien. (http//www.boddunan.com/)

2.7    Manajemen Perawatan dan Operasi Diesel Turbocharger
2.7.1.  Manajemen Perawatan

Manajemen adalah suatu proses dengan menggunakan STARS (Science, Talent, Art, Resource dan Skill) untuk bersama-sama menggerakan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi (Maimun, 1995).    

Perawatan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuannya maka harus dilakukan kegiatan sebagai berikut :

1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan adalah penentuan lebih dahulu apa yang dikerjakan, jadi yang termasuk dalam perencanaan adalah menetapkan peraturan-peraturan  dan pedoman pelaksanaan tugas, menetapkan urutan pelaksanaan yang harus dituruti, menentukan biaya yang diperlukan dan rangkaian biaya yang akan dilaksanakan dimasa depan.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Organisasi berhubungan dengan kegiatan kerja dalam departemen-departemen dan seksi-seksi, dan dengan pembagian tanggung jawab, otoritas tugas kepada semua anggota perusahaan.

3. Pelaksanaan (Actuating)
Pelaksanaan  mencakup kegiatan yang dilakukan seorang pimpinan untuk mengawali dan melanjutkan kegiatan yang telah ditetapkan oleh unsur perencanaan dan pengorganisasian agar tujuan dapat tercapai, pelaksanaan mencakup penetapan dan perumusan kebutuhan manusiawi dari pegawai-pegawainya, memberi penghargaan, memimpin, mengembangkan dan memberi kompensasi kepada mereka.

4. Pengawasan (Controlling)

Pengawasan mencakup kelanjutan tugas-tugas untuk melihat apakah kegiatan yang dilakukan sesuai yang direncanakan. Pelaksanaan kegiatan dievaluasi, penyimpangan yang tidak diinginkan diperbaiki supaya tujuannya dapat tercapai dengan baik.

2.7.2.  Perawatan Turbocharger

Menururt Karyanto (2000), Hal-hal yang perlu dijaga selama mengoperasikan turbocharger.

1.      Memastikan minyak pelumas, melumasi bagian turbin yang ada dalam turbocharger.
2.      Menghindari keadaan-keadaan yang tiba-tiba pada putaran mesin.
3.      Mengamati suara blower yang bekerja dan memastikan tidak ada suara-suara aneh yang terjadi pada blower.
4.      Bila terdapat suara aneh atau ketidak seimbangan pada mesin turbocharger, turunkan putaran (beban) atau mematikan mesin. Kemudian periksa akan sumber suara tersebut.
5.      Hindarilah penurunan putaran mesin secara tiba-tiba sehingga mesin seakan-akan ingin berhenti kecuali dalam keadaan memaksa atau darurat.
6.      Hindari putaran mesin yang pelan pada jangka waktu yang lama, ini akan menyebabkan blower kotor dan efisiensi berkurang. Selain itu membuat turbin kotor dan juga memaksa gas buang akan menerobos melalui seal-seal masuk kedalam bagian blower.
7.      Setelah menjalankan mesin pada putaran tinggi atau beban penuh, jalankan mesin secara idle (pelan tanpa beban) selama kurang lebih 3 menit sampai dengan 5 menit sebelum mesin dimatikan, bila ini tidak dilaksanakan, akan dapat merusak bantalan poros turbin.

Maimun (1995), mengatakan bahwa metode pemeliharaan yang dapat dilakukan dalam pemeliharaan motor dibagi menjadi dua bagian :

1. Pemeliharaan terencana
a.       Pemeliharaan pencegahan yaitu pemeliharaan pada waktu beroperasi dan pemeliharaan pada waktu tidak beroperasi.
b.      Pemeliharaan korektif yaitu pemeliharaan reparasi kecil dan overhaule.
2. Pemeliharaan tidak terencana
           Pemeliharaan tidak terencana dilakukan secara mendadak pada waktu kerusakan atau juga pemeliharaan darurat.
2.7.3.     Ketentuan Operasi Diesel Turbocharger
            Menurut Karyanto (2000), didalam pengoperasian diesel turbocharger ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1.      Poros turbocharger adalah bagian yang sangat penting dalam turbocharger dan untuk itu perlu perhatian khusus dalam pemeliharaan poros tersebut.
2.      Berhati-hatilah tentang pengotoran dan pembuihan minyak lumas.
3.      Bila saringan udara telah terpakai dalam jangka waktu lama tanpa dibersihkan, ini akan menjadi penyebab utama penghalang aliran udara.
4.      Periksalah plat-plat zink (anti karat) setiap bulan, bila setengahnya sudah termakan karat gantilah.
5.      Jangan memberi air pendingin terlalu banyak, dan juga jangan membiarkan air pendingin terlalu panas.
6.      Bantalan akan aus setelah terpakai selama waktu lama. Yakinlah bahwa bantalan harus dikeluarkan dan karat-karat dikeluarkan.
2.8    Pengertian Daya Motor Diesel
           Secara umum pengertian daya adalah usaha yang dilakukan persatuan waktu, sedangkan usaha adalah hasil perkalian antara gaya dengan jarak yang ditempuh, dan gaya adalah hasil perkalian antara luas permukaan dengan tekanan. Apabila dimasukkan kedalam rumus akan menghasilkan :
          W
N  = ­                                                                                                                   (1)
t
W = F x s   .......................................................................................................  (2)
F  = P x A  .......................................................................................................  (3)
Keterangan :
N   = Daya yang dihasilkan (N.m/det)
W  = Usaha (N.m)
t     = Waktu yang diperlukan (detik)
S    = Jarak (m)
P    = Tekanan (N/m­­­­2)
F    = Gaya (N)
A   = Luas permukaan (m2)
           Proses pembangkit daya motor terjadi dalam ruang silinder motor, sehingga apabila perhitungan daya motor dituliskan kedalam rumus, akan menghasilkan :
- Luas torak (A) dalam (m2) = p/4 x D2............................................................ (4)
- Gaya yang mendorong kebawah (F) dalam (N) = P x p/4 x D2..................... (5)
           Jika langkah torak (S) dalam (m) maka :
- Usaha tiap langkah torak (W) dalam (N.m) = P x p/4 x D2 x S..................... (6)
           Apabila mesin berputar dengan (n) putaran tiap menit, maka usaha motor  tiap menitnya adalah :
W =  P x p/4 x D2 x S x n ................................................................................  (7)
           Usaha per satuan waktu adalah merupakan daya (1), jadi daya pada motor apabila dituliskan kedalam rumus akan menghasilkan :
N  =  P x p/4 x D2 x S x n ................................................................................  (8)
           Apabila motor mempunyai jumlah silinder lebih dari satu dan jumlah silinder dinyatakan dalam (z), maka rumus daya motor dapat ditulis dengan persamaan :
N  =  P x p/4 x D2 x S x n x z ..........................................................................  (9)
           Sehingga rumus umum daya motor   dapat dituliskan dengan persamaan :
N =   p/4 x D2x P x S x n x z

Keterangan :

N   =  Daya yang dihasilkan
P    = Tekanan
D   = Diameter torak
S    = Langkah torak
n    = Putaran mesin tiap detik
z    = Jumlah silinder motor
2.8.1.  Daya Indikator Dalam Sistem SI
           Daya indikator motor adalah daya yang dihasilkan didalam ruangan silinder sebagai akibat dari hasil pembakaran bahan bakar pada ruangan pembakaran. Untuk dapat sampai keporos engkol maka daya yang dihasilkan itu haruslah melawan tekanan-tekanan yang diakibatkan oleh adanya pergeseran antara bagian-bagian yang bergerak, seperti gesekan antara torak dengan ruang silinder, kepala silang dan jalan hantarnya, poros dan bantalannya.
Dalam sistem SI daya dinyatakan dengan kW dan tekanan dalam satuan N/m2 (Pascal) sehingga rumus daya dapat dinyatakan sebagai berikut :
           Daya indikator pada motor 2 langkah sebagai berikut :
          
DI = 102 x p/4 x D2 x Pi x S x z x n ................................................................  (13)
           Daya indkator pada motor 4 sebagai berikut :
DI = 50 x p/4 x D2 x Pi x S x z x n ..................................................................  (14)
Keterangan :
DI  = Daya Indikator (kW)
D   = Diameter silinder (m)
Pi  = Tekanan rata-rata indikator (Bar)
S    = Langkah torak (m)
z   = Jumlah silinder                                                                                
n    = Putaran mesin tiap detik (put/det)




2.8.2.  Daya Efektif Dalam Sistem SI
           Daya efektif adalah daya yang terjadi pada poros engkol. Daya efektif sebuah motor lebih kecil dari daya indikatornya, hal ini disebabkan banyak daya yang hilang akibat gesekan dari komponen-komponen pelengkap motor diesel tersebut. Untuk mengatasi agar tidak terlalu banyak energi yang terbuang dalam proses pembangkitan daya ini, maka daya indikator diperbesar dengan jalan meningkatkan tekanan rata-rata indikatornya, sehingga menghasilkan rumus :
           Daya efektif pada motor 2 langkah sebagai berikut:
DE = 102 x p/4 x D2 x Pe x S x z x n ...............................................................  (15)
           Daya efektif pada motor 4 langkah sebagai berikut :
DE = 50 x p/4 x D2 x Pe  x S x z x n ...............................................................  (16)
Keterangan :
DE = Daya Efektif (kW)
D   = Diameter silinder (m)
Pe  = Tekanan rata-rata indikator (Bar)
S    = Langkah torak (m)
z   = Jumlah silinder
n    = Putaran mesin tiap detik (put/det)

Jumat, 07 Juni 2013

Ketel Uap ( Boiler )

Ketel uap (boiler)
pembangkit uap dan uap air.  Berfungsi sebagai zat pemindah tenaga kalori.  Tenaga kalori yang dikandung dalam uap ini dinyatakan dalam Entalpi Kalor yang diperoleh uap air dari proses pembakaran bahan bakan, serta kalor dipindahkan dari bahan bakar ke air dan uap melalui api dan gas asap, menembus dinding bidang pemanas.  Kemudian uap ini dapat disalurkan ke pemakaian sesuai dengan tujuan pemakaian uap.
Ketel uap adalah  alat yang berfungsi menghasilkan uap pada suhu dan tekenan yang ditentukan.  Uap yang dihasilkan dapat digunakan untuk penggerak mesin uap, turbin uap atau dapat digunakan sebagai pemanas.


undang – undang uap  1930 dan peraturan – peraturan uap 1930
(serta perubahan – perubahan yang berlaku)
ketel uap di bagi atas :
a.       Ketel uap dengan tekanan kerja lebih tinggi dari 0,5 kg/cm2 (tekanan tinggi)
b.      Ketel uap dengan tekanan kerja maksimal 0,5 kg/cm2 (tekanan rendah)
(Pasal 1 St. Verond)
Izin pemakaian :
Tidak diizinkan mempergunakan  suatu pesawat uap yang tidak mempunyai akta izin yang dikeluarkan oleh Menteri Tenaga Kerja.  ( Pasal 6, St. Ord )
Pengawasan :
a.       Semua pesawat uap serta perlengkapannya senantiasa berada dibawah pengawasan pemerintah
b.      Pengawasan ini dilakukan oleh Pegawai Petugas Keselamatan Kerja menurut cara – cara yang ditetapkan dalam Undang – Undang atau Peraturan Uap
( Pasal 13, St. Ord )
c.       Pegawai Petugas Keselamatan Kerja mempunyai hak penuh untuk sewaktu – waktu memasuki ruangan dimana dipergunakan suatu pesawat uap
( Pasal 14, St. Ord )

Macam – macam ketel uap
Ketel pipa api ( lorong api )
Ketel uap yang pipa api atau tabung apinya berada di dalam air atau uap.  Ketel ini bisa bekerja secara manual maupun otomatis.  Tekanan maksimum adalah 24 kg/cm2 dan produksi maksimumnya mampu menghasilkan uap sebanyak 10 ton per jam.
Contoh ketel uap jenis ini adalah :
a.       Ketel Cornwall dan Lancashire
b.      Ketel Schots dan Schots kembar
c.       Ketel kombinasi antara lorong api, pipa api dan tabung api
d.      Ketel lokomotif dan lokomobil
e.      Ketel tegak cochram
Ketel pipa air biasa
Ketel uap yang air nya berada di dalam pipa atau tabung, kemudian bagian luarnya dipanasi.  Umumnya sudah tidak digunakan secara manual.  Tekanan maksimumnya adalah 45 – 140 kg/cm2 dan mampu memproduksi uap sebanyak 1000 ton/jam.
Contoh ketel uap jenis ini :
a.       Sectional Boiler
b.      Ketel Yarraw
c.       Ketel D ( D – Boiler )
d.      Ketel pancaran
Ketel pipa air dingin
Ketel jenis ini digunakan untuk :
a.       Tekanan tinggi dan super kritis ( diatas 225 kg/cm2 )
b.      Bahan bakan nuklir
c.       Kualitas air yang rendah
d.      Menaikan beban tungku atau memperbesar angka perpindahan panasnya
Contoh ketel uap jenis ini :
a.       Ketel siklus ganda, berupa reactor nuklir
b.      Ketel tekanan super kritis, misalnya ketel Benson
c.       Ketel Loffer atau ketel siklus uap, bisa menggunakan air kualitas rendah
d.      Ketel velox, ketel untuk menaikan beban tungku
e.      Ketel merkuri ( air raksa )

Apendanse
Merupakan alat –alat kelengkapan ketel uap yang dapat bekerja sendiri dan dipasang dengan maksud untuk menjamin agar ketel nya dapat bekerja dengan aman.  Untuk ketel uap, tidak harus mempunyai macam dan jumlah apendanse yang sama, tapi disesuaikan menurut keadaan dan ketentuan yang berlaku.
Apendanse yang digunakan pada ketel uap pipa api antara lain :
a.       Manometer
b.      Katup pengaman
c.       Peluit
d.      Kran pembuang
e.      Alat pengisi ketel
f.        Kran penutup uap induk
g.       Stempel atau plat nama

Jenis bahan bakar untuk ketel uap
Ada tiga jenis bahan bakar yang biasanya digunakan untuk ketel uap, yaitu :
a.       Bentuk padat
Bentuk padat ini ada yang bisa langsung dipakai seperti batu bara.  Ada juga yang diolah terlebih dahulu, seperti kokas dan arang kayu
b.      Bentuk Cair
Minyak bumi, bensin, residu, dll
c.       Bentuk gas
Gas bumi, LPG, gas biomass, dll
Dalam industri tekstil, biasanya menggunakan ketel uap yang berbahan bakan minyak.

Kualitas air
Air sebagai bahan pengisi ketel uap untuk di panasi menjadi uap, maka harus diperhatikan kandungan – kandungan yang terlarut di dalam air untuk mencegah terjadinya pengrusakan terhadap ketel uap, misalnya pengerakkan, pengaratan, yang bisa menyebabkan kejadian fatal seperti ledakan.
Air untuk mengisi ketel uap dapat berasal dari :
a.       Air yang dihasilkan dari dalam pabrik, berupa air embun yang keluar dari pemanasan
b.      Air yang berasal dari alam, seperti air sungai
Keburukan karena kualitas air akan menyebabkan :
a.       Pengerakkan
b.      Logam – logam menjadi aus karena korosi
c.       Terbawanya air dalam uap

Distribusi uap
Dalam merencanakan suatu jaringan pipa uap, maka perlu diperhatikan hal – hal berikut :
a.       Tentukan kebutuhan uap pada suatu titik pemakaian
b.      Tentukan tekanan uap pada suatu titik pemakaian
c.       Usahakan tidak banyak panas yang hilang dalam sepanjang aliran uap, sehingga uap tidak menjadi dingin.  Hal ini bisa diatasi dengan memakai isolasi panas yang baik pada permukaan uap
d.      Tidak ada kebocoran uap
e.      Jaringan pipa harus mempunyai daerah penangkal regangan ekspansi
f.        Jaringan harus disangga dengan kuat
g.       Jaringan pipa  harus mempunyai kemiringan 10 – 20 cm dalam 100 m panjang pipa
h.      Jaringan harus mempunyai kantung penangkap uap air yang mengembun setiap 75 m panjang pipa
i.         Setiap percabangan harus mengikuti aturan diatas
Hilangkan kebiasaan buruk pada pemasangan pipa, misalnya :
a.       Kurangnya isolasi panas, tidak ada pembuan uap yang mengembun, dan tidak memakai ekspansi
b.      Jaringan pipa lama digunakan untuk tekanan uap yang lebih tinggi
c.       Menggunakan isolasi lama
d.      Kebutuhan uap lebih besar daripada kapasitas ketel uap, sehingga tekanannya menjadi turun
e.      Uapnya basah, disebabkan oleh kebutuhan uap lebih besar daripada supply dan kualitas air kurang baik
f.        Terlalu banyak sambungan
g.       Ukuran pipa tidak sesuai
h.      Ada kebocoran pada sambungan pipa
Drop tekanan dari uap
Kondisi dari kualitas uap tergantung pada perubahan volume dan tekanan dari suatu ruangan.  Aliran volume dari uap identik dengan kecepatan aliran dari uap.  Dengan adanya gesekan (friksi) antara uap dengan pipa, maka akan mengakibatkan turunnya tekanan dari uap.
Dalam pemakaian di lapangan, biasanya dipakai kecepatan aliran uap tidak lebih dari 40m/detik dan kecepatan ini dipengaruhi juga oleh tekanan uap.  Umumnya, ukuran drop tekanan dari boiler ke ujung pipa tidak boleh lebih dari 1kg/cm2.

OWS ( Oil Water Seperator )

OIL WATER SEPARATOR "ows" merupakan suatu alat kapal dimana fluida yang tidak saling larut dipisahkan satu sama lainnya karena perbedaan masa jenis (densitas), dalam hal ini fluida yang dimaksud adalah air dan minyak, yang mana berat jenis air lebih besar dari pada berat jenis minyak sehingga saat proses pemisahan terjadi air akan berada di bagian bawah dan minyak akan berada dibagian atas. prinsip kerja pemisahan oil water separator dilakukan dengan mengubah kecepatan dan arah fluida dari sumur (well), sehingga fluida tersebut dapat terpisah.

fungsi Oil water Separator yaitu digunakan dalam penanganan air yang berasal dari bilga dimana air tersebut masih bercampur dengan minyak dan harus dipisahkan sebelum dibuang kelaut. Oil water Separator menggunakan Hukum Stokes untuk mendefinisikan kecepatan terapungya sebuat benda/partikel berdasarkan berat jenis dan ukuranya. Dalam alat ini, minyak akan terakumulasi diatas permukaan air. 

Bagin-bagian dan fungsi OWS yaitu :

  • Blige Pump, berfungsi sebagai penghisap air got 

  • Bilge Separator ( Stage I ), berfungsi sebagai tabung pemisah air got dengan minyak.

  • Coaliser ( Stage II ), berfungsi sebagai penampungan air got yang di pisah oleh bilge separator dari endapan minyak.

  • Disk ( Lempengan-lempengan ), berfungssi sebagai alat pemisah air got dengan minyak karena perbedaan berat jenis

  • Piston valve, berfungsi sebagai katup untuk mengalirkan air isap yang terpisah yang dimana minyak air kotor masuk ke Sludge tank.

  • Selenoide Valve, berfungsi sebgai pengatur aliranair got, bekerja atas dasar kiriman sinyal dari minyak air kotor ( centra unit )

  • Sludge Oil Tank ( tangki minyak air kotor  ), berfungsi sebagai penampungan minyak air kotor.

  • Filter, berfungsi sebagai penyaringan yang berada di coaliser ( stage II ).

Cara kerja oil water separator "OWS" di atas kapal 

  • Proses Pemisahan pada tabung pertama

Air got yang dipornpa masuk ke tabung pertarna akan menjalani pemisahan dimana air got terscbut akan melewati plat – plat pemisah utama yang terpasang horizontal dalam tabung pemisah sehingga lumpur tidak akan melewati ataupun ikut dengan air got ke ruang.
Air got yang masih mengandung minyak yang melewati plat –plat utama ini akan menjalani proses pemisahan pada plat – plat kedua, sehingga lumpur yang ringan akan tertahan. Selanjutnya dalam tabung ini akan terjadi proses pemisahan dimana prinsip kerjannya berdasarkan berat jenis cairan sehingga minyak yang memiliki berat jenis lebih rendah dari air akan berada dipermukaan air dan terkumpul dalam ruang pengumpulan minyak. Kemudian air got yang telah dipisahkan dengan minyak berdasarkan berat jenis ini, akan disalurkan ke tabung pemisah kedua.

  • Proses pemisah pada tabung kedua

Setelah melalui proses pemisahan pada tabung pemisah pertama, air got yang telah berkurang kandungan minyaknya akan mengalami proses pemisahan lagi, dimana pada tabung pemisah kedua air got akan disaring kembali melalui Coallescer sehingga partikel – partikel minyak akan dialirkan keluar tabung pemisah untuk dibuang ke laut, namun sebelumnya melalui suatu alat pendeteksi kandungan minvak (Oil Content meter) untuk mencegah teriadinya pencemaran di laut

  • Proses Pengeluaran Minyak dari Ruang Pengumpul pada Tabung Pemisah

Setelah mengalami proses pemisahan antara air got dan kandungan minyak dalam tabung, maka kandungan minyak yang terkumpul dalam ruang pengumpul minyak akan terus bertambah selama pompa bilge masih bekerja, hingga pada saat tingkat minyak dalam ruang sudah tinggi, maka alat pengontrol tingkat ketinggian minyak akan bekerja sehingga mengaktifkan katup solenoid untuk membuka. Maka pada saat itulah minyak yang terkumpul dalam ruang pengumpulan akan mengalir ke Waste Oil tank, dengan adannya pengeluaran minyak dalam tabung, maka tingkat ketinggian minyak akan menurun kembali sehingga alat sensor akan mengaktifkan katup solenoid untuk menutup.


pada postingan sebelunya sudah ada postingan mengenai oil purifier kapal  yang juga merupakan alat pemisamih, namun di postingan kali ini anda akan mengetahui perbedaan antara oil purifier dan oil water separator "ows" kapal . nah sekian dulu postingan saya mengenai oil water separator "OWS"



Minggu, 02 Juni 2013

Purifier

A. Pendahuluan
Pada setiap motor, Boiler dan Incinerator yang menggunakan bahan bakar minyak sebagai sumber penghasilan tenaga, pembakar pada burner dan bahan pelumas untuk mencegah kerusakan akibat gesekaa Pemakaian bahan bakar, minyak lumas serta perawatannya perlu diperhatikan dan dijaga keberhasilannya. Maksud diadakan perawatan tersebut agar bahan bakar dan minyak lumas dalam pemakaiannya tidak mempengaruhi day a kerja dari motor, proses pembakaran dan pelumasan.
Untuk menghindari terjadinya suatu masalah pada motor, boiler dan incinerator maka diadakan suatu system pembersihan bahan bakar yang dimulai sejak bahan bakar berada dalam tangki dasar berganda (Double Bottom), pengendapan dalam settling dan service tank, sedangkan minyak lumas sejak berada di settling dan service tank.
Pada Purifier pembersihan dilakukan dengan system gerak putar (sentrifugal), jika tenaga sentrifugal diputar beberapa ribu kali putaran dalam waktu tertentu maka tenaganya akan lebih dari gaya gravitasi dan statis. Tujuan dari pembahasan tentang purifier ini untuk memperdalam pemahaman dan mendalami akan prinsip keija dari purifier dan pengaruh penggunaan gravity disc serta putaran yang tidak maksimun terhadap kemurnian bahan bakar dan minyak pelumas yang bersih.

Purifier


B. Prinsip Pemisahan
Prinsip pembersihan terdiri dari beberapa jenis, hal ini disebabkan karena perbedaan berat jenis (BJ) zat cair tersebut. Namun yang sering dipakai di kapal yaitu:
1. Metode Gaya Gravitasi
Metode gaya gravitasi adalah cara daripada gaya berat, yaitu bahan bakar dari tangki dasar berganda dialirkan ke tangki penyimpanan bahan bakar dalam waktu tertentu untuk mengendapkan air dan lumpur yang dikandung oleh bahan bakar
Contoh:
Suatu cairan yang mengandung minyak jika diendapkan pada suatu wadah atau tangki maka dengan gaya gravitasi bumi cairan yang mempunyai berat jenis yang lebih besar akan ketitik pusat bumi daripada cairan yang mempunyai berat jenis lebih kecil, seperti pada gambar (2-1).
2. Metode Pembersih Sentrifugal
Mesin pemisah kotoran yang lazim disebut Separator/purifier yaitu pemisah dengan putaran yaitu melakukan pemisahan dengan pengendapan di bidang sentrifugal.
Jika pengendapan dengan gaya sentrifugal bekerja sesuai dengan rpm 1500-1900 per menit, maka pemisahan dan pembersihannya jauh lebih besar daripada pengendapan gravitasi bumi, seperti pada gambar (2-2).
Keuntungan-keuntungan Purifier jenis Alva Laval Type MPOX 205 adalah:
a. Lumpur-lumpur dapat dipisahkan dengan mudah dan dibuang dengan cara diblow up.
b. Gerakan pembuangan lumpur dilakukan dalam suatu waktu yang singkat dengan pembersih yang tinggi.
c. Proses pembersihan jauh lebih efisien dan ekonomis disbanding dengan metode gravitasi.

C. Cara kerja Purifier
Cara kerja purifier sangat identik dengan gaya berat yang daiam prosesnya didukung oleh gaya sentrifugal sehingga proses pemisahannya sangat cepat. Percepatan gaya sentrifugal besarnya antara 6000-7000 kali lebih besar dari pengendapan gravitasi statis.
Pada gambar yang terlampir (2-3) memperlihatkan bentuk bagan suatu bowl dari sentrifugal, susunan alat-alat dan cara kerjanya sebagai berikut:
Bowl itu terbagi atas dua bagian yaitu: bagian atas (1) dan bagian bawah (2) di bagian bawah ini terletak suatu dasar yang dapat bergerak (3) jika pembersih tidak bergerak maka dasar ini terletak seperti digambarkan pada bagian kiri gambar. Cincin yang dapat dipindah – pindahkan (4) dibawah pengaruh pegas – pegas yang digambarkan, dalam posisi teratas, seperti dinyatakan dibagian kanan gambar. Sekeliling poros dekat (A) ada suatu cincin isian yang tidak bergerak (tidak digambarkan) dimana dapat dimasukkan air ke dalam kamar-kamar (5) atau (12) menurut keperluannya. Setelah sentrifugal mencapai putaran normal yaitu kira-kira 5 menit setelah digerakkan dari suatu tangki kecil yang khusus dipasang untuk itu, melalui cincin isi dimasukkan air ke dalam kamar (5). Melalui lubang-lubang (6) air ini masuk ke bawah dasar yang dapat bergerak (3). Jadi mendapat tekanan gaya-gaya sentrifugal dan dengan demikian dasar ini mengempa ke atas, dalam posisi yang digambarkan di sebelah kanan lubang (7), sekeliling bowl oleh karena itu sentrifugal tertutup dan siap pakai.

Setelah dimasukkan dahulu air dan sesudah itu minyak, maka pekerjaan yang normal dapat dimulai air yang telah dipisahkan keluar melalui lubang (8) dan minyak yang bersih keluar melalui pinggiran (9), kotoran yang dapat berkumpul secara lambat laun di bagian lingkaran yang diberi bentuk konis dinyatakan dengan (10). Untuk membersihkan "bowl" saluran masuk minyak ditutup dulu, sesudah itu sebagai pengganti minyak dimasukkan air, sehingga hanpir semua minyak yang tadinya berada di dalam bowl keluar melewati pinggiran (9). Kelebihan air keluar di (11). Sesudah itu air dimasukkan lagi dari tangki kecil melalui cincin isian ke dalam kamar (12). Dari sini air masuk melalui saluran (13) di atas cincin (4). Juga air ini mendapat tekanan oleh gaya-gaya sentrifugal dan mengempa cincin (4) ke bawah sambil menekan pegas-pegas menjadi satu, memang sebagian air keluar melalui lubang-lubang (15), akan tetapi yang masuk lebih banyak daripada yang hilang.

Karena menurunnya cincin (4) maka lubang-lubang (14) menjadi terbuka. Di atas dasar (3) suatu tekanan tinggi yang disebabkan oleh gaya sentrifugal dan air di dalam bowl. Tekanan ini mengempa dasar (3) ke bawah, dimana airnya di bawah keluar melalui lubang-lubang (14) dan (15). Oleh menurunnya dasar (3) maka lubang-lubang (7) menjadt terbuka oleh karena itu kotoran disemprotkan keluar dalam waktu komparteinen terpisah dan selubung aparat dimana air disalurkan keluar.

Jika selanjutnya pemasukan air melalui (12) dan (13) sebelah atas dan cincin diputuskan, maka semua air yang ada disana keluar melalui lubang-lubang (15), dan cincin ini dibawah pengaruh pegas-pegasnya kembali kedalam posisi teratas, keadaannya lalu kembali seperti pada permulaan uraian ini dan cara kerjahya dapat diulangi lagi.

D. Prosedur Pengoperasian dan Penghentian Purifier

1. Cara menjaiankan Purifier

Adapun petunjuk-petunjuk dalam menjaiankan purifier tipe MOPX 205 adalah:

a. Menghidupkan sumber tenaga dan papan penghubung utama yang ada dalam Control Room
b. Buka kran atau katup air tawar dari tangki air tawar ke purifier
c. Buka kran bahan bakar masuk dan keluar purifier.
d. Buka kran untuk heater atau pemanas dalam hal ini pemanas uap, untuk mendapatkan pemanasan yang rata inaka uap yang masuk harus distel dengan penunjukan angka antara 65° C-70° C.
e. Setelah semua kran dalam keadaan terbuka, maka langkah selaryutnya adalah periksa lubricating oil pada rumah worm gear yang dapat dilihat pada gelas duga, bila kurang segera ditambah.
f. Periksa rem (brake) harus dalam keadaan bebas.
g. Jalankan heater atau pemanas dengan menekan tombol on pada Control Box .
h. Jalankan pompa bahan bakar purifier.
i. Purifier siap untuk diopersaikan, dengan menekan tombol start maka motor dari purifier mulai berputar, dalam waktu lebih kurang 5 menit putaran dari purifier akan mencapai maksimal yang dapat dilihat pada penunjukan jarum ampere meter. Pada saat pertama start karena beban untuk berputar agak berat maka penunjukan jarum ampere meter mencapai 10 ampere, tetapi bila putaran sudah normal maka penunjukan jarum ampere meter akan bergerak turun hingga mencapai sekitar 6 ampere.
j. Setelah putaran normal dan maksimum maka dapat dilakukan sludging atau blow up secara manual dengan menggunakan air tawar 2-3 kali dengan tujuan membuang sisa-sisa kotoran yang menempel pada bowl disc.
k. Bila system air tawar sudah bekerja dengan baik maka purifier sudah siap untuk melaksanakan pemisahan bahan bakar dengan air dan kotoran, dengan menekan tombol on pada panel program kontrol purifier maka purifier akan bekerja secara otomatls untuk melakukan pemisahan bahan bakar.

2. Cara menghentikan Purifier

a. Tutup kran bahan bakar masuk dan keluar purifier
b. Matikan pemanas bahan bakar.
c. Blow up dengan menggunakan air tawar 2-3 kali
d. Tekan tombol off pada Panel Control Program Purifier maka secara otomatis purifier akan melakukan sludging terlebih dahulu untuk membuang kotoran yang tersisa di dalam bowl (mangkuk) sebelum purifier tersebut stop.
e. Stop motor purifier Apabila purifier sedang beroperasi ada empat hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1) Temperatur bahan bakar
2) Tekanannya, baik tekanan hisap dan purifier maupun tekanan dan dalam purifier ke tangki harian bahan bakar.
3) Lubricating Oil (minyak lumas) pada rumah worm gear (roda gigi).
4) Getaran dan suara/bunyi yang mencurigakan pada purifier.

E. Perawatan Ditinjau dari Segi Manajemen

Berkembangnya suatu perusahaan pelayaran sangat tergantung pada kelancaran dan pengoperasian kapal-kapalnya. Salah satu tujuan dari perusahaan pelayaran adalah memperoleh keuntungan yang sebesar besarnya, keuntungan perusahaan akan bertambah bila pendapatan meningkat dan biaya operasi kapal dapat diminimalkan.
Demikian juga yang harus dilakukan pada purifier ini agar system instalasi bahan bakar pada motor induk tidak terganggu akibat bahan bakar tercampur kotoran dan air sehingga dapat mengganggu kelancaran operasi kapal yang pada akhirnya akan merugikan perusahaan maka purifier harus dirawat secara baik dan berencana sesuai dengan metode manajemen
Untung ruginya suatu perusahaan pelayaran sangat dipengaruhi pada perawatan kapal tersebut sedangkan perawatan ddtinjau dari sudut manajemen mencakup:

1. Planning (perencanaan)
2. Organizing (pengorganisasian)
3. Actuating (pelaksanaan)
4. Controlling (pengawasan)

Adapun tugas-tugas dan manajemen perawatan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Planning (perencanaan)

Sebelum memulai suatu manajemen perawatan dalam hal ini perawatan pada purifier terlebih dahulu dibuat suatu rencana yang sesuai dengan buku petunjuk yang diberikan oleh pabrik pembuat.
Maksud dari rencana perawatan diatas adalah perawatan yang meliputi pembersihan saringan secara rutin dan pengeluaran sisa-sisa kotoran setelah proses penyaringan akan mengendap pada piring-piringnya.
Apabila Purifier tersebut telah melampaui batas kerja (3000 jam) sesuai yang disayratkan maka akan segera diadakan overhould untuk pembersihan Purifier, karena kotoran-kotoran yang menempel harus dikeluarkan kemudian dibersihkan dengan menggunakan sekrap minyak solar.

2. Organizing (pengorganisasian)

Pengorganisasian adalah merupakan pembagian tugas yang akan dilaksanakan yaitu menyangkut perawatan yang telah disusun sehingga rencana perwatan tersebut dapa dilaksanakan dengan baik dan teratur, Jadi masisnis yang ditunjuk harus menyusun rencana kerja perwatan sesuai dengan buku petunjuk dan pengadaan suku cadang dari purifier tersebut. Agar rencana kerja perawatan purifier ini tidak bebenturan dengan perawatan mesin yang lain maka masinis yang ditunjuk harus berkonsultasi dengan kepala kerja dalam hal ini Masinis I.

3. Actuating (pelaksanaan)

Setelah rencana perawatan telah diorganisasikan atau disusun dengan baik, maka penanggung jawab pada perawatan purifier dalam hal ini Masinis yang ditunjuk dapat melaksanakan pengorganisasian rencana perwatan tersebut, termasuk penggantian suku cadang yang aus, robek dan rusak.

4. Contolling (pengawasan)

Pengawasan ini sangat penting pada perawatan dilihat dari segi manajemen, karena dengan pengawasan dapat dilihat sumber daya manusia yang berkualitas dan loyal terhadap perusahaan. Pengawasan pada setiap pekerjaan yang telah dilaksanakan, Karena pengawasan ini bukan saja untuk mencari kesalahan tetapi
juga untuk menemukan kesalahan dalam pelaksanaan tugas sehingga dapat diperbaiki demi kelancaran tugas dimasa yang akan datang.

F. Faktor-faktor Penyebab Peluberan Bahan Bakar

Pesawat purifier di atas kapal sangat penting sesuai dengan kegunaannya untuk membersihkan bahan bakar, dengan demikian kerusakan pada mesin akibat penggunaan bahan bakar yang tidak bersih dapat dikurangi.
Faktor yang memungkinkan terjadinya peluberan bahan bakar dari dalam purifier antara lain:
1. Pengaruh Gravity Disc
Kemampuan purifier untuk memisahkan bahan bakar dari air dan kotoran (lumpur) sangat dipengaruhi oleh ukuran gravity disc. Dalam purifier minyak yang masuk akan berputar, hal ini bertujuan untuk mengatur cara pelemparan sehingga zat cair yang mempunyai berat jenis lebih besar akan terlempar jauh, sedangkan berat jenisnya ringan dekat dengan sumbuh putaran.
Jika berat jenis minyak bahan bakar yang masuk ke purifier berubah-ubah maka perbandingan garis tengah (diameter) harus diubah. Untuk itu pada satu perangkat cincin pada setiap sentrifiigal yang mana garis tengah luar dari saluran pembuangan air dapat diubah. Dan cincin tersebut adalah gravity disc, agar cairan minyak dan air tidak bersatu atau bercampur kembali pada waktu minyak dan air itu keluar.

2. Pemilihan Gravity Disc

Gravity disc yang akan digunakan pada purifier teriebih dahulu diadakan pemilihan yang tepat agar mengurangi terjadinya peluberan bahan bakar. Hal ini perlu dilakukan karena pengaruh perbedaan berat jenis dari bahan bakar. Adapun hal yang dilakukan adalah:

a. Persediaan Gravity Disc

Jenis gravity disc ditentukan pada table di bawah ini. Hal ini terlihat perbedaan gravity disc pada diameternya dari beraiacam-macam gravity disc

Diameter Gravity Disc (mm) 63 64,5 60,5 68 70 73 78 84
Perbandingan (Berat Jenis) 0,900 0,965 0,956 0,930 0,920 0,88 0,870 0,840

b. Petunjuk Umum Pemilihan Gravity Disc

Untuk mendapatkan gravity disc yang cocok pada purifier yang dipakai saat sekarang harus rnemenuhi 4 (empat) macam syarat yang diperlukan antara lain:

1). Spesifik Gravity (berat jenis)
2). Viscosity (kekentalan)
3). Tabel seleksi Gravity Disc
4). SuhuPemanasa

3. Putaran Tidak Senter

Gagalnya purifier distart kembali setelah terjadi automatic stop disebabkan putarannya imbal (tidak senter) sehingga tidak mampu melampaui batas kritis. Pertama kali putarannya jalan pelan-pelan semakin lama putaran semakin cepat, untuk menuju putaran normal biasanya melalui putaran yang diiringi dengan getaran, getaran inilah yang dinamakan putaran kritis.
Putaran purifier yang imbal (tidak senter) sulit bahkan tidak mungkin mencapai putaran normal, apabila putaran tidak normal, maka daya atau tenaga untuk melempar dalam gaya sentrifugal tidak tercapai sehingga bahan bakar dan air akan tercampur. Sebab-sebab purifier putarannya tidak senter adalah:

a. Bowl Disc Kotor

Pada dinding bagian dalam bowl banyak kotoran-kotoran yang menempel. Agar bowl disc tidak kotor seperti yang dianjurkan oleh buku petunjuk purifier dilakukan pembersihan setiap 3000 jam pada saat pencucian bowl (mangkuk), bowl hood (kap mangkuk), bowl body (badan mangkuk) dan bowl disc (piringan mangkuk) serta dapat diperiksa bagian-bagian lainnya seperti: O-ring packing atau seal ring. Bila pada bagian-bagian tersebut rusak harus segera diganti untuk mencegah kebocoran pada purifier tersebut.

b. Ball Bearing (Bantalan)

Kerusakan pada ball bearing ini disebabkan oleh putaran poros yang tidak rata (senter) atau pemanasan bahan bakar yang terlalu tinggi, pada saat masuk ke purifier temperatur bahan bakar maksimun adalah 100°C. Jika ball bearing rusak jalan satu-satunya cara adalah diganti dengan yang baru.

c. Poros Purifier

Poros purifier yang bengkok disebabkan karena terlalu lama dipakai sehingga mengalami perubahan bentuk, disamping itu ujung poros bagian yang lurus permukaannya tidak rata lagi karena termakan korosi dan aus karena gesekan. Apabila poros yang sudah bengkok atau sudah aus, jalan terbaik yaitu harus diganti.

d. Drive Gear

Drive gear akan cepat rusak/aus bila system pelumasan kurang diperhatikan.penggunaan minyak lumas yang tidak sesuai di Drive gear dapat menyebabkan gear menjadi aus sehingga mempengaruhi terhadap penyaluran tenaga motor secara maksimun sehingga putaran motor akan berkurang, factor lain yang menyebabkan drive gear rusak yaitu dalam pemasangan kurang hati-hati.